Sayangku...
Aku ingin sedikit bercerita
Tentang hal yang kusukai
Semasa kecil, aku sungguh suka hari libur
Hari yang sangat aku tunggu
Hari dimana aku tidak perlu datang kesekolah
Hari dimana aku bisa menonton film kartun favoritku,
Dari subuh hingga malam membawaku terlelap
Aku bisa berpetualang
Menyusuri jalanan kampung dengan sepeda mini merah muda pemberian orang tuaku
Atau sekedar bermain permainan tradisional dihalaman rumah bersama anak-anak tetangga seusiaku
Hari libur ibarat pelangi setelah hujan
Penuh warna dan menyenangkan
Tapi,
Apa kau tau sayang?
Sepertinya.. sekarang hari libur sudah tak sama
Bagiku dia tidak semenyenangkan dulu
Apa itu hanya aku saja yang merasakannya?
Ataukah ada manusia selain aku yang berpikiran sama?
Seiring berjalannya waktu
Seiring bertambahnya usia
Hari liburku.. berubah menjadi abu-abu
Dia seperti kehilangan warnanya
Tak ada lagi warna-warni pelangi yang kulihat
Tak ada lagi film kartun favoritku ditelevisi
Tak ada lagi petualangan seru mengelilingi perkampungan dengan sepeda
Tak ada lagi teman-teman seusiaku yang bisa diajak bermain
Haaaah...
Jika bisa,
Ingin aku ciptakan saja alat dimana aku dapat men-skip hari liburku
Agar aku bisa kembali ke hari biasa dimana aku menjalani aktivitas keseharianku
Tak mengapa aku harus bangun pagi
Lalu berangkat kekampus biru tempat kita belajar
Yaa.. belajar.
Setidaknya aku bisa bertemu teman-temanku
Tak mengapa aku harus berkutat dengan tugas-tugas dari dosen
Setidaknya aku bisa menyibukkan diriku bersama mereka
Sayang...
Kalau boleh jujur
Ingin aku katakan kini aku tidak suka hari libur
Tau kenapa?
Karena, apabila si hari libur ini tiba
Ia mengharuskan kita pulang
Memisahkan kita dengan ratusan kilometer jarak
Membuatku tidak bisa melihatmu
Membuatku harus menunggu kembali hari biasa itu datang
Disela sela itu semua, ada rindu..
Aku lemah kalau sudah berurusan dengan rindu
Aku memang payah,
Dan kau benar jika kau katakan kalau aku cengeng
Aku bisa terima itu
Bagaimana ini sayang?
Haruskah kusalahkan hari libur?
Dia cukup menyiksa ku
Atau kau punya rencana untuk mengubah persepsiku tentang hari libur?
Mengajakku berlibur bersama misalnya...
Sudahlah sayang,
Kau tidak akan mengerti
Nikmati saja liburanmu sendiri
Aku akan tetap menunggu hari itu
Hari dimana kau kembali dari liburan panjangmu
Ditemani sang rindu yang selalu mendekapku
Bukankah kau akan kembali ketempat dimana hatimu berada, kan sayang..