Friday, 17 February 2017

Maret 2015 Sampai Akhir Tahun 2016

Posted by Your Cotton Candy at 00:46

Halo.
Aku lagi. Apa masih ingat?
Karima utama nst yang biasa disapa rima seorang gadis biasa berwajah antik dan merupakan mahasiswa sastra inggris yang sekarang sudah semester 6.

Oke aku udah mulai menua.

Baiklah, aku mau ngeblog lagi. Seperti biasa. Mau ngomongin cinta cintaan.

Setelah hampir dua tahun lalu aku mengenal sosok didi yang hadir saat aku sedang patah patahnya di bagian hati ku, ternyata hubunganku dengan laki laki ini tidak berjalan baik seperti mimpi mimpi kami yang tidak sempat terwujud.

Penutupan tahun 2016 aku dan didi resmi berpisah.

Berat sekali rasanya. Sampai sekarang aku tidak begitu mengerti, siapa yang salah hingga hubungan ku dengan dia berakhir.

Aku yang salah?
Dia yang salah?

Didi bilang padaku disalah satu sesi chat, dia meminta maaf karna dia merasa bersalah atas putusnya kami berdua.

Tapi disatu sisi, aku juga merasa bersalah karena dengan mudahnya mengutarakan kata putus itu tanpa berpikir panjang dan melihat perjuangan kami selama ini.

Maafin aku.

Aku minta maaf.

Aku juga sangat berterimakasih atas apa apa yang telah kami lewati. Terimakasih pada didi, pada semesta, pada konspirasi jagat raya yang telah membuat kami bersama sama meski tidak selamanya.

Didi telah membahagiakan ku, menyayangiku dan aku tidak akan lupa itu. Dia pernah menjadi sosok yang paling aku tunggu namanya muncul di notification ponselku. Dia pernah menjadi sosok yang aku mimpikan untuk menjadi masa depanku.

Didi adalah laki laki yang bertanggung jawab dan dewasa. Akan selalu ku kenang dia seperti itu.

Hal yang aku sukai darinya adalah dia seolah-olah ingin menunjukkan ke seluruh dunia kalau aku adalah pacarnya. Aku masih ingat, hari pertama berpacaran dengannya aku sudah dikenalkan kepada teman teman komunitas nya. Waktu itu komunitas peduli anak. Lalu aku dikenalkan ke teman teman kuliahnya yang sekarang juga masih menjadi temanku. Selain itu masih banyak lagi orang orang baru yang ku kenal karenanya. Dia juga gampang dekat dengan teman teman ku yang aku kenalkan kepadanya.

Terimakasih didi, pergaulanku bertambah luas dan banyak hal baru yang ku dapat berkat hadirmu dihidupku.

Didi juga merupakan teman yang sangat asik diajak bercerita. Dia selalu bisa memberikan masukan masukan dan pendapat pendapat nya untuk ku. Membuatku untuk bisa menjadi manusia berkarakter dewasa.

Dia adalah laki laki pertama yang aku kenalkan ke orangtuaku secara resmi dari bibirku sendiri. Orang tuaku telah mempercayai nya untuk menjagaku selama aku tinggal di kost untuk melanjutkan pendidikan ku. Dan ini membuatku cukup mengalami kesulitan karena setelah putus aku harus memberitahukan kepada orangtua ku pula.

Ada beberapa hal yang sejujurnya bikin aku kecewa dari didi. Salah satunya yang paling ngga aku bisa pahami yaitu dia ngga pernah ajak aku kenal keluarganya secara langsung atau hanya berkunjung kerumah, padahal sudah berpacaran satu setengah tahun lebih dikit. Sebagai seorang pacarnya dulu aku juga ingin dekat dengan keluarganya seperti dia dekat dengan keluargaku. Tapi alasan yang dia berikan ngga bisa aku pahami sepenuhnya. Aku masih saja merasa sedih mengingat ini meskipun tidak terlalu aku permasalahkan dengannya sewaktu masih berpacaran dulu.

Sifat cueknya juga membuatku menyerah untuk bertahan di hubungan ini. Segala macam kegiatan nya dan kesibukan nya membuat ku sulit untuk bertemu padahal rindu sedang liar liar nya. Aku begitu membutuhkannya. Yang sangat disayangkan dia tidak bisa selalu ada. Mungkin disini aku egois. Tapi kamu harus tau. Aku sudah berusaha dengan segala kemampuanku untuk mengerti dan memahami kesibukan nya. Aku merasa tidak pernah menuntut hal hal yang berlebihan. Tapi ketika aku rindu dan dia tidak bisa memenuhi hasratku bertemu, aku kecewa.

Harus ku akui, ngga sedikit perjuangan dan pengorbanan didi untuk aku selama kami masih berpacaran dulunya. Aku sangat menghargai itu.

Sebenernya aku tidak begitu siap untuk kehilangan. Tapi aku tidak menyesalinya kini. Jika aku dan didi adalah sebuah kesalahan, ini kesalahan yang membahagiakan. Akan aku jadikan perpisahan ini untuk memperbaiki diriku sendiri dan hubungan selanjutnya yang aku jalani sekarang.

Yha, sekarang aku sudah berpacaran dengan orang lain. Dan yg ku yakini kabar ini membuat didi sakit hati, karena akupun akan merasa hal yang sama jika orang yang ku sayangi memiliki kekasih baru selang beberapa waktu setelah putus. Aku bisa menjelaskan bagaimana aku bisa bertemu dengan orang lain ini. Aku tidak ingin kamu berpikir kalau aku berpisah dengan didi karna orang lain. Karena nyatanya memang tidak. Aku bertemu orang lain ini setelah resmi putus dari didi, meskipun sebelumnya aku dan didi sempat balikan dan putus lagi pada akhirnya. Kurasa itu sudah cukup jelas. Bagaimana proses aku dan orang lain ini bisa dekat dan akhirnya berpacaran tidak aku tulis disini. Mungkin di lain judul.

Sekali lagi, teruntuk didi yang bukan milikku dimanapun dan apapun yang sedang kamu lakukan.
Ku haturkan beribu maaf atas segala kesalahan ku, menyakitimu, membuatmu kesal, dan lain lain nya yang aku lakukan sewaktu kita bersama dulu. Ku harap kamu memaafkanku. Karna akupun begitu. Itu kalo kamu minta maaf juga.

Keinginanku sederhana, tapi mungkin berat. Aku ingin kita masih bisa berteman baik. Tanpa dendam tanpa permusuhan. Berbahagialah!:)

0 comments:

Post a Comment

 

Pandamot story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review